Make your own free website on Tripod.com

 

GONTOR 3 INTENSIFKAN EKONOMI PRODUKTIF

Pondok yang diwakafkan oleh keluarga besar bapak H. Ridlwan pada tahun 1993, kini telah berusia 10 tahun. Seluruh kegiatan akademis dan non-akademis langsung di bawah bimbingan dan arahan H. Ahmad Suharto, S.Ag., sebagai Pengasuh Pondok dan H. Abdurrohim Saleh sebagai Direktur Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Hingga akhir tahun ajaran 1423–1424 jumlah santri mencapai 1386 orang siswa.

Berbagai upaya ditempuh untuk memacu peningkatan kualitas pondok, guru dan santri, dari berbagai aspek. Perubahan dapat dilihat jelas, dari jumlah santri, luas pondok, dan gedung-gedung yang terus bertambah sesuai dengan kebutuhan jumlah santri. Selain itu, berbagai usaha ekonomi mandiri pondok juga sudah dimulai, dengan dibukanya toko besi, sebagai penanda kedinamisan Pondok Modern Gontor 3 Darul Ma’rifat.

KEGIATAN AKADEMIS

Dalam proses pendidikan santri, KMI mempunyai peran dan fungsi sangat penting. Oleh karena itu, KMI senantiasa memperhatikan peningkatan kualitas, baik dalam aspek siswa, guru, metode pengajaran, sarana, maupun manajemen pendidikannya, sebab proses pendidikan merupakan hal pokok bagi pondok. Dalam pada itu, seluruh pelaksanaan proses pendidikan didasarkan pada filsafat hidup dan jiwa pondok yang telah sekian lama diajarkan.

Pada Tahun Ajaran 1423–1424, jumlah siswa KMI Gontor 3 mencapai 1386 siswa, terdiri dari 38 kelas, dengan rincian sebagai berikut:

DATA SISWA KMI

 

Kelas

Jumlah

1

358

I Intensif

225

2

182

3

145

3 Intensif

133

4

56

5

153

6

134

Jumlah

1386

 

Kunci peningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran terletak pada guru. Karenanya, pembinaan guru menjadi prioritas utama di KMI Darul Ma’rifat, yang saat ini, berjumlah 144 orang, terdiri dari 11 guru senior dan 133 guru yunior. Upaya Pembinaan guru yang telah dilaksanakan adalah:

1.       Taujihu al-Tadris (‘pengarahan pengajaran’), diadakan setiap hari khususnya untuk bidang studi bahasa dan Dirosah Islamiyah. Dengan program ini, diharapkan, penguasaan materi dan metode mengajar guru dalam bidang studi tersebut semakin membaik;

2.       Kursus dan pelatihan (daurah): sempoa untuk guru-guru Matematika; dan Bahasa Inggris untuk guru-guru Bahasa Inggris;

3.       Penandatanganan dan kontrol idad (‘persiapan mengajar’);

4.       Naqdu al-Tadris (‘supervisi dan evaluasi mengajar’);

5.       Pemeriksaan batas-batas pelajaran;

6.       Gerakan keliling malam untuk membimbing belajar siswa.

Untuk mengevaluasi kegiatan pendidikan dan pengajaran selama satu minggu penuh, diadakan pertemuan tiap malam Kamis (Rabu malam). Pertemuan yang dihadiri oleh utusan tiap bagian yang ada di pondok mengagendakan sharing informasi aktual, sosialisasi program ke depan, serta pengarahan-pengarahan umum untuk para guru, dilanjutkan esok harinya pertemuan wajib (Kamisan) bagi seluruh guru.

Kegiatan-kegiatan akademis yang dilakukan guna peningkatan keilmuan santri dan pemahamannya terhadap pelajaran, adalah:

1.       Praktek manasik haji;

2.       Praktek ibadah sehari-hari;

3.       Tata cara merawat jenazah;

4.       Eksplorasi kosakata dari kamus (Kasyfu al- Mu‘jam) untuk kelas V dan kelas VI;

5.       Telaah kitab-kitab Islam klasik (Dirasah fy kutubi al-turats al-Islamy);

6.       Pra ‘Amaliyatu al–Tadris untuk siswa kelas VI.

Dalam rangka peningkatkan disiplin santri dalam proses belajar mengajar, Darul Ma’rifat mengadakan gerakan tabkir (‘masuk kelas tepat waktu’), penertiban dan minimalisir izin tidak masuk kelas, menentukan guru piket keliling kelas dan asrama, serta mengontrol kebersihan kelas dan pakaian santri.

Kantor staf KMI dibuat dengan maksud supaya jangkauan ke lokasi lebih dekat, di samping itu juga tempat istirahat guru di sela-sela mengajar, sentral pengawasan oleh guru-guru senior, tempat pelaksanaan taujih. Sekaligus dilengkapi beberapa sarana pendidikan; alat-alat kantor hingga buku-buku referensi mengajar.

KEGIATAN NON-AKADEMIS

Kurikulum pondok yang berjalan selama 24 jam, ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis. Kegiatan ekstra-kurikuler santri juga termasuk kurikulum. Orientasinya adalah kemasyarakatan. Jadi, semuanya bertujuan untuk membentuk manusia bermental baik dengan dinamika disiplin yang tinggi. Kegiatan-kegiatan tersebut berkaitan dengan masalah ‘ubudiyah, keorganisasian, kepanitian, kepramukaan, pembinaan bahasa, dan lain-lain, sebagaimana telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan pembinaan ini juga melibatkan organisasi Dewan Mahasiswa Wilayah Darul Ma’rifat. Adapun kegiatan baru tahun ini adalah:

1.      Pengabsenan santri secara berkala;

2.      Tasyji’u al-lughah (‘pembinaan bahasa’) dengan penerbitan buletin mingguan berbahasa Arab atau Inggris, dan pembagian artikel-artikel kebahasaan;

3.      Pengiriman kontingen pramuka ke Raimuna di Prambanan Yogyakarta, Jambore Daerah di Malang, yang ketika itu kontingen pondok mendapat penghargaan sebagai Juara Favorit.

PEMBANGUNAN

Untuk memenuhi kebutuhan santri demi terciptanya lingkungan yang kondusif untuk belajar, pondok membangun dan melengkapi beberapa sarana :

1.       Pembangunan kelas sebanyak 7 lokal.

2.       Pembangunan 2 kamar dosen.

3.       Pembuatan gedung UKK, KUK dan Perkulakan.

4.       Perluasan dapur guru.

5.       Finishing gedung perpustakaan.

6.       Pembuatan kolam dan taman burung.

7.       Mempaving teras-teras asrama dan asrama guru.

8.       Membuat pagar kawat berduri di sebelah barat dan utara pondok.

9.       Melengkapi sarana-sarana pendidikan: buku-buku perpustakaan, mesin cetak, 4 unit komputer, 1 buah laptop, dan meja kursi

10.   Perluasan tanah.

Untuk proyek pembangunan, tambal sulam, dan pembelian sarana pendidikan dan perluasan tanah, telah dihabiskan dana sebesar Rp. 1.032.392.495,00.

 

GERAKAN EKONOMI PRODUKTIF

Dalam rangka memupuk kemandirian ekonomi, pondok mengadakan kegiatan ekonomi produktif. Beberapa sektor unit usaha yang dikelola: koperasi pelajar, kantin pelajar, kantin guru, 2 wartel, percetakan, fotokopi, fotograpi, toko palen, toko besi, dan pusat grosir La Tansa. Kegiatan lain yang masih dalam perintisan adalah pembuatan roti dan minuman ringan, limun dan temulawak.

Dalam bidang pertanian, pondok memanfaatkan sisa lahan kampus seluas 5 hektar —dari total luas 11,5 hektar— untuk perkebunan dan pertanian. Tanah tersebut ditanami berbagai jenis tanaman: jati emas (1000 pohon), cabe keriting, tebu, dan jagung. Gerakan penghijauan dengan berbagai jenis tanaman buah juga digalakkan untuk menambah keindahan pondok.

PEMBINAAN MASYARAKAT

Dinamika pondok yang tinggi tidak melupakan pembinaan terhadap masyarakat sekitar. Pondok juga masih aktif memberikan kontribusinya demi kemajuan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan ekonomi, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

1.       Pengajian umum bagi remaja dan masyarakat.

2.       Pengadaan TPA dan TPQ.

3.       Pembinaan paguyuban pengemudi becak.

4.       Khutbah di masjid-masjid sekitar pondok.

5.       Pembagian daging kurban dan zakat fitrah ke warga sekitar.

6.       Perkumpulan bulanan para pekerja.

7.       Mengadakan kegiatan-kegiatan bulan Ramadhan bersama masyarakat.

KEMBALI KEAWAL
 | Berita Keluarga | Kader Pondok Modern | Tamu Pondok Modern | Aneka Ragam |

Copyright©Darussalam Press 2003

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur Indonesia

Phone: (0352) 311739

Webmaster Husain Yapono Email: husyap@yahoo.com