Make your own free website on Tripod.com

Kunjungan ke Luar Negeri

GONTOR KEMBANGKAN DAKWAH KE LUAR NEGERI

Kegiatan dakwah Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dewasa ini tidak hanya terpusat kepada masyarakat dalam negeri, tetapi juga merambah ke luar negeri. Berbagai usaha dan kerjasama ke arah tersebut terus diupayakan, di antaranya dengan sejumlah Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI), dalam program pengarahan dan pembinaan kegiatan Ramadhaniat bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Hal ini sekaligus merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Kerjasama yang berawal pada tahun 1999 ini diawali dengan kunjungan K.H. Hasan Abdullah Sahal ke Korea memenuhi undangan KBRI di negara tersebut. Hasilnya, mendapat sambutan positif baik dari pihak KBRI setempat maupun para jama‘ah kegiatan Ramadhaniat. Kerjasama berlanjut dengan kunjungan beliau ke Hongkong (2000),  ke Jepang (2001), dan diteruskan oleh H. Luqman Hakim Badri, M.Ag. (2001) ke Hongkong.

Tahun 2002 yang lalu, guru PMDG yang ditugasi oleh Pimpinan Pondok untuk mengisi kegiatan Ramadhaniat di Luar Negeri adalah K.H. Hasan Abdullah Sahal ke Belanda, Drs. H. Amal Fathullah, M.A. ke Hongkong, dan K.H. Sutadji Tajuddin, M.A. ke Jepang.

K.H. Hasan Abdullah Sahal beserta ibu dan putra sulungnya, Haekal Januarsyah ‘Ibadillah, meninggalkan PMDG pada tanggal 17 Juni 2002. Dalam perjalanannya ke Belanda, beliau singgah di Makkah, menunaikan ibadah umrah, dilanjutkan ziarah ke Madinah. Usai umrah, perjalanan dilanjutkan ke Amsterdam, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya dalam kegiatan Ramadhaniat KBRI di Belanda, beliau sempat memimpin upacara pengislaman seorang warga Belanda. Selain sejumlah kota di Belanda, beliau juga berkunjung ke beberapa kota di negara kawasan Eropa, di antaranya Paris, Perancis, Brussel, dan Jerman. Setelah 9 hari di Belanda, pada 1 Desember 2002 beliau bertolak menuju Cairo Mesir untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di sana. Pada tanggal 2 Desember 2002 beliau meninggalkan Mesir menuju Jakarta, dan tiba di Gontor pada 4 Desember 2002.

Di setiap negara yang disinggahi, K.H. Hasan Abdullah selalu menyempatkan diri bersilaturrahim serta berdialog dengan para alumni Gontor, anggota IKPM Cabang setempat, seperti di Madinah, Jeddah, Makkah, Amsterdam, Brussel, dan Cairo.

Adapun Drs. H. Amal Fathullah, MA. beserta Ibu yang berkunjung ke Hongkong dalam kegiatan serupa, bertolak dari Gontor pada tanggal 9 Ramadhan 1423. Setelah tiba di negara tersebut pada 10 Ramadhan 1423, langsung menuju wisma Konjen RI di Hongkong sebagai tempat tinggal selama kegiatan Ramadhaniat berlangsung.

Di antara kegiatan Ramadhaniat yang beliau lakukan adalah: imamah (menjadi imam) shalat fardhu, khutbah Jum‘at, serta imamah dan khutbah shalat Tarawih. Sedangkan pada hari Ahad pagi, program Ramadhaniat diisi dengan tanya jawab seputar masalah keluarga, pengajian Ahad pagi khusus bagi para ibu Dharma Wanita Konjen, dan ceramah antara waktu Zuhur dan ‘Ashar. Di tengah-tengah kesibukan tersebut, beliau juga sempat berkunjung ke Window of The World, masjid Qoulun di Hongkong, dan beberapa tempat di Cina daratan, seperti: Senzen dan Macau.

Selanjutnya, pada tanggal 23 setelah program Ramadhaniat usai, beliau beserta ibu meninggalkan Hongkong menuju Jakarta, transit di Singapura dan sempat bertemu dengan para pengurus Fellowship Singapore Moslem Student Association (FMSA), organisasi pelajar muslim Singapura, yang selama ini bekerjasama dengan PMDG dalam pengiriman pelajar di Gontor. Pada tanggal 25 Ramadhan 1423, beliau beserta ibu tiba di Gontor.

            Sementara itu pada tanggal 29 November 2002, KH. Sutadji Tajuddin, M.A. berangkat ke Jepang untuk kegiatan yang sama atas undangan KBRI di Jepang. Di antara kegiatan Ramadhaniat selama di Jepang adalah memberi pengajian untuk masyarakat muslim Indonesia di Jepang, diskusi dan dialog dengan mahasiswa-mahasiswa Islam di Jepang, menjadi Imam tarawih di KBRI. Di hari Ramadhan keempat, beliau berangkat menuju suatu daerah di Jepang yang disebut Fukuoka. Di sana beliau memberi pengajian dan sebagai narasumber dalam dialog bersama mahasiswa dan ummat Islam setempat. Pada tanggal 17 Desember 2002 beliau kembali ke tanah air.

Rombongan Umroh Gontor

Berawal dari kedatangan rombongan Taufiq Kiemas bersama beberapa menteri ke Pesantren Putri Mantingan Ngawi, 11 April 2003, guna meletakkan batu pertama pembangunan auditorium Gontor Putri. Selain itu, beliau juga menyanggupi bantuan dana pembangunan auditorium tersebut serta biaya umroh untuk 10 orang keluarga pondok.

Rombongan umroh keluarga PMDG yang berjumlah 10 orang adalah KH. Drs. Kafrawi Ridwan, M.A. beserta ibu, KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. beserta ibu, KH. Drs. Imam Badri beserta ibu, KH. Drs. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. beserta ibu, dan Drs. Akrim Maryat, Dipl. A. Ed. beserta ibu. Rombongan berangkat dari Jakarta, 23 Juni 2003 menuju Jeddah. Di Jeddah rombongan disambut oleh beberapa alumni yang menjadi staf Konjen, kemudian rombongan menginap di Wisma Haji. Keesokan harinya rombongan dari Gontor meneruskan perjalanan ke Madinah kemudian ke Makkah untuk beribadah umroh.

Di Madinah rombongan mengadakan pertemuan dengan beberapa alumni yang sedang melanjutkan studi di Universitas Islam Madinah, dan bersilaturrahim dengan bagian penerimaan mahasiswa “lajnatu al-tasjiil wa al-qabul”. Rombongan berada di Makkah selama 3 hari untuk menunaikan ibadah umroh. Pada tanggal 29 Juni 2003, rombongan meninggalkan Saudi untuk meneruskan perjalanan ke Mesir.

            Selama 3 hari di Mesir, Pimpinan Pondok dan rombongan sempat bersilaturrahim dengan Syaikhu al-Azhar dan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar. Di samping itu, diadakan pula pertemuan dengan para alumni Gontor yang sedang studi di bumi Kinanah. Di luar acara pertemuan, rombongan juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah di sana.

Pada tanggal 4 Juli 2003, rombongan kembali ke Indonesia dari Kairo dengan rute Kairo – Jeddah – Indonesia, dan tiba di Jakarta tanggal 5 Juli 2003. 

ISID Ajukan Akreditasi ke Pemerintah Malaysia

            Cukup banyak alumni PMDG yang melanjutkan studinya di berbagai perguruan tinggi di Malaysia. Pada tahun ini, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) mengajukan permohonan pengakuan program S1 ISID dari Pemerintah Malaysia lewat Jawatan Perkhidmatan Awwam (JPA). Permohonan yang berbentuk proposal tersebut dibuat oleh Perguruan Tinggi setempat untuk mendapat akreditas dari Pemerintah Malaysia. Dengan demikian diharapkan akan mempermudah lulusan ISID melanjutkan studi di perguruan-perguruan tinggi yang ada di Malaysia. Sehubungan dengan hal itu, ISID mengutus Drs. Nur Hadi Ikhsan, MIRKH, Dekan Fakultas Ushuluddin, ke Malaysia untuk kepentingan tersebut. Beliau berangkat pada tanggal 3 September 2003 dan bermukim di Malaysia selama 5 hari.
KEMBALI KEAWAL
 | Berita Keluarga | Kader Pondok Modern | Tamu Pondok Modern | Aneka Ragam |

Copyright©Darussalam Press 2003

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur Indonesia

Phone: (0352) 311739

Webmaster Husain Yapono Email: husyap@yahoo.com