Make your own free website on Tripod.com



KMI INTENSIFKAN
PROGRAM TAUJIHU AL-TADRIS

 Kulliyatu-l-Mu`allimin Al Islamiyah (KMI) adalah lembaga yang berperan penting dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), selain Institut Studi Islam Darussalam (ISID). Dalam 67 tahun usianya, lembaga ini terus berusaha meningkatkan mutu Proses Belajar Mengajar (PBM)-nya, dengan senantiasa mengadakan perbaikan dan pembaharuan sistem pengelolaan sekolah.

Di bawah kepemimpinan H Syamsul Hadi Abdan, S.Ag. dan H. Ali Syarkowi, Lc, berbagai program peningkatan belajar siswa tetap berjalan baik. Bahkan, pada tahun ini, KMI melakukan intensifikasi kinerja 7 bagian di dalamnya, yaitu; Bagian PBM, Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kurikulum, Bagian Pembianaan Karier Guru, Bagian Perpustakaan, Bagian Tata Usaha, dan Bagian Pemeliharaan Peralatan Sekolah. Upaya tersebut ditimpali dengan pertemuan koordinasi antarseluruh bagian, sebulan sekali, sekaligus evaluasi jalannya program sebulan sebelumnya.

Yang terbaru, pada tahun ini, dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan penyeragaman penyampaian materi oleh guru kepada para siswa, selain menggalakkan kegiatan sorogan, Bagian Karier Guru juga mengintensifkan program taujihu al-tadris (‘pembimbingan pengajaran’) untuk guru yunior oleh guru senior. Seluruh guru yang mendapat jadwal masuk program tersebut diwajibkan mengikuti, tanpa terkecuali. Berikut daftar materi yang ditekuni dalam program tersebut sekaligus pengajarnya:

NO

HARI

PELAJARAN

KELAS

PENGAJAR

1

Sabtu

Sharf

1 Int

H. Mulyono Jamal, M.A.

Ushul Fiqih

3 Int dan 4

H. Abdullah Rofi‘i, S. Ag

Tamrinat

Guru Baru

Dr. H. Dihyatun Maskon, M.A.

2

Ahad

Adyan

5

Drs. H. Imam Mukhtar

Tarih Islam

3 Int dan 4

H. Abdillah Nur Ridho, LSq.

3

Senin

Tarih Islam

3

H. Abdillah Nur Ridho, LSq.

Nahwu

3 Int dan 4

H. Masyhudi Subari, M.A.

4

Selasa

Tamrin Lughah

1 Int

Dr. H. Dihyatun Maskon, M.A.

Balaghah

3 Int dan 4

H. Ali Sarkowi, Lc.

5

Rabu

Nahwu

5

H. Masyhudi Subari, MA

Ushul Fiqih

5

H. Edy Kusnanto

KEADAAN SISWA

Pada awal tahun ajaran 1423-1424, jumlah siswa KMI sebanyak 4314 orang siswa. Karena berbagai hal, jumlah tersebut berkurang menjadi 4227 orang siswa, ketika Ujian Pertengahan Tahun. Pada awal tengah tahun kedua, jumlahnya bertambah menjadi 4393 orang siswa, karena adanya perpindahan siswa dari PM Gontor 2. Namun, di akhir tahun ajaran, jumlah tersebut berubah menjadi 4265 siswa. Sebanyak 128 orang siswa tidak dapat melanjutkan studi, karena beberapa hal, seperti pindah sekolah, masalah ekonomi, kesehatan, akademis, maupun masalah keluarga,

Kelas
Jumlah

1

384

1 Int.

458

2

480

3

534

3 Int.

686

4

406

5

790

6

510

Program Khusus

17

Jumlah

4265

KEADAAN GURU

Sebagian besar guru KMI adalah alumni KMI PMDG sendiri. Kemudian, beberapa di antaranya ada yang melanjutkan studi, menempuh jenjang S1, S2, dan S3 baik di Institut Studi Islam Darussalam (ISID) maupun di perguruan tinggi lain, dalam maupun luar negeri, semisal UGM, UII, UIN, IAIN, Universitas Al Azhar Kairo, Universitas Islam Madinah, Internasional Islamic University Islamabad, Universitas Punjab Lahore, Universitas Millia New Delhi, Manchester University, dan Internasional Islamic University Kuala Lumpur.

Jumlah guru KMI, yang pada awal Tahun Ajaran 1423-1424 sebanyak 376 orang, pada akhir tahun berkurang menjadi 336 orang. Beberapa di antaranya ada yang melanjutkan studi ke luar negeri, dan ada yang dimutasi ke Pondok-pondok cabang.

Berdasarkan lama mengajar, guru KMI dikategorikan ke dalam 2 kelompok, yaitu guru senior, yang telah mengajar lebih dari 6 tahun, dan guru yunior yang lama mengajarnya kurang dari 6 tahun. Selain mengajar, sebagian besar guru juga menjadi mahasiswa atau dosen ISID, serta membantu Pimpinan Pondok dalam menjalankan dinamika pondok, seperti lembaga, sektor, dan unit usaha Pondok. Peran lain para guru adalah mengontrol dan membimbing aktivitas para siswa di asrama, Gerakan Pramuka, konsulat, klub bahasa, klub olah raga, serta membimbing berbagai kursus ketrampilan dan kesenian. Sehingga, seluruh kegiatan santri terarahkan secara optimal, menjadi satu kesatuan sistem yang kuat.

KEGIATAN KMI

Dalam rangka pelaksanaan berbagai program untuk meningkatkan kualitas kegiatan pendidikan dan pengajaran di PMDG, KMI memiliki bermacam-macam kegiatan yang dapat dibedakan menjadi kegiatan harian, mingguan, bulanan, tengah tahunan, tahunan, dan kegiatan penunjang lainnya yang bersifat temporer. Pelaksanaannya tidak hanya mengacu pada perencanaan yang telah ditetapkan, tetapi juga disertai kontrol dan evaluasi, sehingga berjalan secara maksimal dengan hasil yang serupa.

A.      Kegiatan Harian

Di antara kegiatan harian yang terus dilakukan oleh KMI guna meningkatkan kualitas siswa dan guru adalah:

1.        Gerakan Tabkir (‘masuk kelas tepat waktu’)

Kegiatan yang dilakukan oleh pengurus harian kantor KMI yang berjumlah 12 orang guru ini, dijalankan dengan cara keliling asrama siswa, dapur, dan tempat-tempat lain untuk mengkondisikan siswa agar segera bergegas berangkat ke kelas. Sebagai penunjang gerakan tabkir tersebut, dilakukan penjagaan di beberapa tempat tertentu untuk mencatat siswa yang terlambat masuk kelas.

 

2.        Pemeriksaan dan Penandatanganan idad (‘persiapan mengajar’)

Penulisan idad telah menjadi kewajiban guru, dalam upaya memaksimalkan pengelolaan kelas selama PBM berlangsung. Setiap guru diharuskan membuat, memeriksakan, dan menandatangankan idad nya kepada Direktur KMI atau syaikhu al-diwan (‘piket kantor’) dari guru senior yang bertugas hari itu. Selanjutnya, KMI berusaha mengintensifkan program ini dengan melakukan kegiatan tilang atau pemerikasaan idad di kelas-kelas. Guru yang diketahui tidak membuat atau tidak membawa i‘dad, tidak diperkenankan mengajar dan diganti dengan guru lain.

3.        Naqdu al- tadris (‘evaluasi mengajar’)

Upaya memaksimalkan pengelolaan kelas dan penyampaian materi oleh guru kepada siswa terus digalakkan. Di antaranya dengan melaksanakan kegiatan Naqdu al- tadris oleh guru senior dengan menekankan perhatian pada kebenaran materi pelajaran dan ketepatan metode mengajar guru.

4.        Kontrol Kelas dan Asrama Siswa

Untuk mengantisipasi kekosongan kelas, keterlambatan guru dalam mengajar, dan terjadinya hal-hal negatif lainnya, KMI mengintensifkan kegiatan kontrol dengan menyusun jadwal khusus piket keliling kelas dan asrama siswa dari guru selama PBM pagi hingga siang hari berlangsung. Sedangkan pada malam hari, ketika para siswa melaksanakan belajar terpimpin di kelas masing-masing, kegiatan tersebut ditangani langsung oleh pengurus harian KMI.

5.        Al-ta‘allum al-muwajjah (‘belajar malam terpimpin’)

Setiap malam para siswa wajib mengulangi kembali pelajaran yang telah disampaikan di kelas yang dibimbing oleh para wali kelas dan diawasi oleh guru-guru senior serta dikontrol oleh Direktur KMI. Para guru selain wali kelas yang tinggal di dalam kampus Pondok Modern diwajibkan keliling mengawasi belajar  siswa. Dari sini para siswa dapat langsung bertanya kepada guru tentang pelajaran yang belum dipahaminya.

B.      Kegiatan Mingguan.

Untuk menyamakan persepsi guru tentang program dan langkah Pondok, sekaligus sebagai evaluasi atas kegiatan PBM selama seminggu yang berkenaan dengan absensi guru, disiplin mengajar, pencapaian batas pelajaran, dan metode pengajaran guru, diadakan pertemuan mingguan oleh Pimpinan Pondok Modern Gontor dan Direktur KMI mulai sekitar jam 11.00 WIB.

Selain itu, kegiatan mingguan lainnya adalah pertemuan ketua kelas setiap hari Jum`at selepas shalat Maghrib. Dalam pertemuan tersebut, staf KMI menyampaikan evaluasi kegiatan PBM selama seminggu sebelumnya dan juga informasi tentang kegiatan PBM seminggu ke depan, disiplin masuk kelas, pembagian tugas Jum`at bersih serta pengarahan dan penyadaran tentang berbagai aktivitas PBM.

C.      Kegiatan Tengah Tahunan

1.        Ulangan Umum

Ulangan umum dalam materi Dirasah Islamiyah dan beberapa materi lainnya, dimaksudkan sebagai evaluasi belajar serta untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pada pertengahan tahun pertama, ulangan umum dilaksanakan pada tanggal 15-19 Maret 2003, dan diikuti oleh seluruh siswa KMI. Sementara, pada pertengahan tahun kedua, akhir Agustus 2003, ulangan umum hanya diikuti oleh siswa kelas I – V. Sebab, pada waktu yang bersamaan seluruh siswa Kelas VI sedang mengikuti program ‘amaliyatu al-tadris. Dibandingkan tahun sebelumnya, nilai ulangan umum pada pertengahan tahun pertama menurun, rata-rata 2,36 %, sedangkan pada pertengahan tahun kedua menurun 5 %, sebagaimana terlihat pada tabel berikut:

DATA PERBANDINGAN NILAI ULANGAN UMUM

Kelas

Awal Tahun

Selisih

Ket.

%

1422-1423

1423-1424

1

7.42

6.51

-0.91

Turun

12.26 %

1 Int

7.30

6.96

-0.34

Turun

4.66 %

2

6.12

6.67

0.55

Naik

8.99 %

3

6.04

5.79

-0.25

Turun

4.08 %

3 Int

5.44

4.54

0.10

Naik

1.84 %

4

5.76

5.71

-0.15

Turun

0.87 %

5

4.97

5.25

0.28

Naik

5.63 %

6

5.52

4.99

-0.53

Turun

9.60 %

Rata-rata

6.07

5.93

-0.14

Turun

2.36 %

 

DATA PERBANDINGAN NILAI RATA - RATA KELAS

Kelas

Akhir Tahun

Selisih

Ket.

%

1422-1423

1423-1424

1

6.65

6.25

-0.40

Turun

6 %

1 Int

6.36

6.10

-0.26

Turun

4 %

2

6.09

5.27

-0.82

Turun

13 %

3

5.90

5.30

-0.60

Turun

10 %

3 Int

4.85

4.94

0.09

Naik

2 %

4

5.50

5.48

-0.02

Turun

0 %

5

5.33

5.05

-0.28

Turun

5 %

Rata-rata

5.81

5.48

-0.33

Turun

5 %

2.        Ujian Pertengahan Tahun

Ujian Pertengahan Tahun merupakan sarana evaluasi PBM siswa KMI selama pertengahan tahun pertama, meliputi semua pelajaran. Program ini diawali dengan pelaksanaan ujian syafahi (lisan) mulai 17 - 28 April 2003, dengan materi ujian: Al-Qur’an (Tajwid, ‘ibadah ‘amaliyah, ‘ibadah qauliyah, dan hafalan Juz `Amma); Bahasa Arab (Muhadatsah, Muthola'ah, Nahwu, Shorf, Mahfuzhat, Mufradat, dan Tarjamah, serta Balaghah khusus bagi siswa kelas V); dan Bahasa Inggris (Conversation, Reading, Grammar, Vocabulary, Dictation, dan Translation). Kemudian, setelah berselang sehari —sebagai hari musamahah (‘masa istirahat’)— program dilanjutkan dengan ujian tahriri (tulis) mulai 29 April s.d 10 Mei 2003. Pelaksanaan ujian syafahi, melibatkan 306 penguji (166 guru dan 240 siswa kelas VI), sedangkan dalam ujian tahriri dilibatkan 383 pengawas (167 guru dan 216 siswa kelas VI).

Pembagian raport hasil ujian dilaksanakan tanggal 27 Mei 2003. Secara umum, nilai rata-rata siswa KMI pada ujian pertengahan tahun 1423-1424 ini mengalami penurunan 2,41 % dibanding dengan tahun sebelumnya.

DATA PERBANDINGAN NILAI UJIAN PERTENGAHAN TAHUN

Kelas

Tahun

Selisih

Ket.

%

1422-1423

1423-1424

1

6.70

6.00

-0.69

Turun

10.31 %

1 Int

6.84

6.87

0.03

Naik

0.44 %

2

6.53

6.22

-0.31

Turun

4.75 %

3

5.99

6.02

0.03

Naik

0.50 %

3 Int

5.70

5.67

-0.17

Turun

2.91 %

4

6.26

6.27

0.01

Naik

0.16 %

5

5.46

5.23

0.07

Naik

1.28 %

Rata-rata

6.23

6.08

-0.15

Turun

2.41 %

 

Setelah masa ujian, para siswa melaksanakan liburan selama 10 hari, 12 – 21 Mei 2003. Selama liburan, mereka diharapkan mengisi waktu luang dengan berbagai kegiatan bermanfaat guna memperbaharui semangat menghadapi padatnya kegiatan pada pertengahan tahun kedua serta ikut aktif dalam kegiatan masyarakat masing-masing sebagai wujud pengamalan ilmu yang telah mereka terima di Pondok Modern.

      3.       Ujian Akhir Tahun

Program Ujian Akhir Tahun pada dasarnya sama dengan Ujian Pertengahan Tahun, dimulai dengan ujian syafahi 21 – 30 September 2003, melibatkan 371 penguji: 168 guru dan 203 siswa kelas VI, dilanjutkan dengan ujian tahriri 1 – 13 Oktober 2003. Setelah materi terakhir ujian, segenap siswa mengikuti acara Tasyakuran di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Malam harinya, pertemuan diisi dengan Pesan dan Nasehat Pimpinan PMDG Babak I, menjelang Liburan Akhir Tahun. Pada tanggal 14 Oktober 2003, seluruh siswa membaca Wardun di kelas masing-masing dengan bimbingan para wali kelas, dibantu seorang guru. Malam hari, seluruh siswa dan juga guru KMI berkumpul di BPPM menyimak acara Pesan dan Nasehat Pimpinan PMDG Babak II, dilanjutkan dengan acara jabat tangan.

Terhitung mulai 20 Sya‘ban 1424 siswa KMI dari kelas 1-IV diperbolehkan pulang untuk berlibur hingga 10 Syawwal 1424. Sedangkan siswa kelas V dan VI masih menetap di Pondok hingga masa yudisium tiba.

D.     Kegiatan Tahunan

1.        Penerimaan Siswa Baru

Ujian masuk KMI PMDG yang semula hanya dibuka pada bulan Syawwal, sejak didirikannya Pondok Modern Gontor 2 tahun 1996 dilaksanakan dalam 2 gelombang. Untuk Tahun Ajaran 1422-1423, gelombang pertama diadakan di kampus Gontor 2 Madusari, Siman, Ponorogo, pada 26 September 2002. Pesertanya, 1827 orang calon pelajar (capel), diawali ujian lisan, dengan materi: Al-Qur’an, ‘ibadah ‘amaliyah, ‘ibadah qauliyah, dan psikotes, kemudian dilanjutkan dengan ujian tulis, dengan materi: Berhitung Angka, Berhitung Soal, Bahasa Indonesia, dan Imla’. Untuk mempercepat proses penilaian, pada malam harinya diadakan koreksi masal oleh seluruh guru KMI PMDG. Penerimaan siswa baru KMI PMDG gelombang kedua diikuti oleh 524 orang capel, dilaksanakan di kampus PMDG I, dengan program yang sama.

HASIL UJIAN GELOMBANG I DI GONTOR II 1423-1424

Hasil

Jumlah

Lulus di KMI Gontor 1

501

Lulus di KMI Gontor 2

422

Lulus di KMI Gontor 3

388

Lulus di KMI Gontor 5

75

Lulus di KMI Gontor 6

101

Tidak lulus

340

Jumlah

1827

  GELOMBANG II DI GONTOR I 1423-1424

Hasil

Jumlah

Lulus di KMI Gontor 1

231

Lulus di KMI Gontor 2

135

Tidak lulus

158

Jumlah

524

 

2.        Penataran Guru Baru

Untuk mengoptimalkan PBM, diadakanlah penataran guru baru di aula Al-Azhar, pada tanggal 7 – 13 Syawwal 1423. Materi penataran mencakup: Petunjuk dan Pedoman Mengajar al-Qur’an dan Imla’, Ilmu Keguruan dan Strategi Belajar Mengajar, Profesi Guru dan Keguruan di PMDG, Tujuan Tiap-Tiap Mata Pelajaran, Bimbingan Konseling, dan Evaluasi Hasil Belajar. Para Penatar adalah guru-guru senior KMI PMDG 1. Bagi para guru baru Pondok-pondok Cabang, penataran serupa dilaksanakan di kampus PMG 2.

3.        Yudisium Kenaikan Kelas V

Yudisium kenaikan kelas untuk siswa kelas V yang berjumlah 742 siswa dilaksanakan pada 18 Ramadhan 1423. Dari jumlah itu, sebanyak 32 siswa dinyatakan naik positif, 611 siswa naik percobaan, dan 99 siswa tidak naik.

E.      Kegiatan Penunjang Belajar

Di antara kegiatan penunjang belajar siswa yang terus dilaksanakan KMI adalah:

1.         Fathul Kutub (‘Kajian Kitab’)

Kegiatan Fathul Kutub ini dikhususkan bagi siswa kelas V dan VI, setelah mereka dianggap telah cukup menguasai bahasa Arab. Program Fathul Kutub untuk siswa kelas VI, tahun ini, hanya diikuti oleh 518 siswa kelas VI KMI Gontor 1, sedangkan pondok-pondok cabang telah mengadakan acara serupa secara mandiri, di samping karena terbatasnya kapasitas BPPM. Kegiatan ini dilaksanakan pada 22 – 25 Maret 2003, diawali dengan pengarahan umum oleh Pimpinan PMDG dan Direktur KMI, dilanjutkan dengan pengarahan materi bahasan oleh guru senior yang meliputi: bidang Akidah, Fiqh, dan Tafsir.

Untuk siswa kelas V, yang berjumlah 805 orang siswa, kegiatan Fathul Kutub dilangsungkan pada 12 – 15 Juli 2003, juga di BPPM. Untuk pengadaan buku-buku baru sesuai materi bahasan dalam Fathul Kutub, telah dikeluarkan dana sebesar Rp. 50.000.000,-

2.        Ujian Kasyful Mu‘jam (‘menggunakan kamus’)

Sebagaimana Fathul Kutub, program ini diperuntukkan bagi siswa kelas V dan VI KMI. Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa dalam mencari kosa kata Bahasa Arab dengan menggunakan kamus. Ujian Kasful Mu‘jam bagi siswa kelas V dilaksanakan pada 10 - 11 Maret 2003, dan untuk siswa kelas VI pada 16-17 Juni 2003, bertempat di gedung Komplek Shalihin dan Palestina.

3.        Praktek Manasik Haji

Guna pendalaman materi haji dan memberi pengalaman praktis tentang tata cara pelaksanaan haji, KMI mengadakan praktek manasik haji untuk para siswa kelas I, I Intensif, dan siswa baru dari pondok cabang di luar kedua kelas tersebut yang belum mengikuti program serupa. Pelaksanaan kegiatan ini di bawah bimbingan para pengajar Fiqh yang telah mendapat pengarahan sebelumnya dari guru senior. Kegiatan yang mengambil area kampus Pondok sebagai lokasi praktek, dilaksanakan pada tanggal 12 – 17 Juli 2003, dalam 2 waktu, setiap harinya; pukul 07.00 – 08.30 WIB, dan 09.00 – 10.30 WIB.

F.       Kegiatan Siswa Kelas VI Tahun Ajaran 1422-1423.

1.        Rihlah Iqtishdiyah

Program yang ditujukan untuk memupuk jiwa entrepreneurship dilakukan dengan mengajak para siswa melihat lebih dekat berbagai usaha ekonomi yang ada di masyarakat, dengan harapan membangkitkan motivasi berwirausaha sebagai bekal terjun ke masyarakat. Kegiatan, yang diikuti oleh 732 siswa kelas VI KMI dari PMG Pusat dan Cabang ini, dimulai 10 Nopember 2002, terbagi 2 gelombang. Gelombang pertama, para siswa diajak meninjau berbagai obyek wira usaha di beberapa daerah luar kampus Gontor yang meliputi; Surakarta, Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Ngawi, Wonogiri, Magetan, Kertosono, dan Sragen. Gelombang kedua diisi dengan peninjauan ke obyek usaha milik PMDG, meliputi Darussalam Press, Toko Buku, penggilingan padi, toko besi, mini market, perkulakan, dan pembuatan roti serta, limun.

2.        Pembekalan

Agar para siswa siap dan mampu menghadapi tantangan saat terjun ke masyarakat, dibekalilah mereka dengan berbagai pengetahuan dan wawasan. Setelah menerima pembekalan, diharapkan mereka mampu mengontrol diri, tidak mengalami cultural shock, tidak salah atau terjebak dalam menentukan langkah dan memilih lapangan perjuangan. Materi yang disampaikan di antaranya: Kepondokmodernan, Penjelasan tentang ISID dan PLMPM, Pers dan Jurnalistik, Komputer, Kristologi, Darul Hadits, Aliran Syi‘ah, Studi Keilmuan, Wawasan Al-Qur’an, Orientalisme, metode Dakwah, Jama‘ah Tabligh, Kepustakaan, dan Penataran Guru TPA/TKA.

3.        Khutbatul Wada' (‘Pidato Perpisahan’)

Khutbatul Wada’ adalah salah satu tradisi PMDG, yakni ekspresi ungkapan rasa syukur siswa kelas VI atas segala yang telah mereka terima dari PMDG, termasuk ucapan terima kasih kepada para guru atas jasa mereka yang tak ternilai. Setiap siswa kelas VI diharuskan menyusun pidato khutbatul wada’ dengan materi itu, sehari sebelum yudisium kelulusan, dalam bahasa Arab, dibacakan di depan para guru, dan teman-temannya.

4.        Khataman dan Yudisium

Pada tanggal 15 malam Ramadhan 1423, diselenggarakan Khataman Siswa Akhir KMI tahun 1423. Acara yang digelar di BPPM ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok, Direktur KMI, para guru KMI, serta segenap wali siswa akhir KMI. Esoknya, pukul 07.00, diadakan Yudisium Kelulusan. Adapun perincian taqdir yudisium tersebut adalah mumtaz (‘lulus dengan pujian’) 29 siswa, jayyid jiddan (‘baik sekali’) 40 siswa, jayyid (‘baik’) 171 siswa, maqbul (cukup) 387 siswa, dan rasib (‘tidak lulus’) 25 siswa. Berikut Tabel Taqdir Kelulusan Siswa Kelas VI dalam 5 tahun terakhir:

PERBANDINGAN KELULUSAN SISWA KELAS VI

DALAM LIMA TAHUN TERAKHIR

TAQDIR

1419

%

1420

%

1421

%

1422

%

1423

%

Mumtaz

19

4

22

4,3

40

7,6

42

8,3

29

4.5

Jayyid Jiddan

20

4,1

19

3,7

37

7,1

39

7,7

40

6.1

Jayyid

142

29

151

29,4

167

32,1

208

40,9

171

26.2

Maqbul

271

54

298

58

244

49,6

216

41,9

387

59.4

Rasib

35

7

23

4,5

32

6,1

3

1,2

25

3.8

Jumlah

187

100

513

100

520

100

508

100

652

100

 Setelah yudisium kelulusan usai, diadakan distribusi pengabdian bagi mereka. Berikut tabel distribusi tersebut:

DISTRIBUSI PENGABDIAN SISWA KELAS ENAM

KMI TAHUN 1422/2001

PENGABDIAN

TH1423

TH1422

Gontor 1

82

81

Gontor 2

30

35

Gontor 3

50

49

Gontor 5

28

26

Gontor 6

30

26

Gontor 7

12

0

PLMPM

39

29

ISID Siman

150

105

Pondok Alumni

194

137

Bebas Tugas

12

17

Tidak Lulus

25

3

Jumlah

652

508

KEGIATAN SISWA KELAS VI TAHUN 1423 -1424

1.       Karantina

Program karantina siswa kelas VI di BPPM adalah untuk intensifikasi dan konsentrasi belajar mereka dalam menghadapi ujian akhir, yang berlangsung sejak 24 Juli s.d. 1 September 2003. Karantina juga untuk mempererat ukhuwwah antarsiswa akhir. Selain itu, untuk mereka juga diadakan beberapa kegiatan lain semisal, taushiyah diniyah (‘santapan rohani’) oleh guru senior setelah Maghrib pada hari-hari tertentu, lari pagi bersama, dan senam bersama setiap hari Jum‘at pagi.

2.       ‘Amaliyatu al-Tadris (‘Praktek Mengajar’)

Untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan mengajar siswa kelas VI Gontor 1, 3, dan 5 yang berjumlah 738 siswa. KMI, melaksanakan program ‘Amaliyatu al-Tadris, 31 Juli s.d. 17 Agustus 2003. Program ini, diawali dengan pertemuan seluruh musyrif (‘pembimbing’) amaliyah di aula Aligarh di bawah arahan Direktur KMI, guna menyamakan persepsi tentang praktek bimbingan pelaksanaan ‘amaliyah. Setelah itu, diadakan pengarahan untuk seluruh siswa akhir oleh Pimpinan PMDG dan Direktur KMI, dilanjutkan ujian pelajaran Tarbiyah yang berkenaan dengan praktek mengajar. Pada 3 Agustus 2003, dilaksanakan ‘Amaliyatu al-Tadris perdana untuk 7 siswa dalam 7 kelompok yang disertai pelajaran naqdu al-tadris (‘kritik mengajar’) selama 2 hari sebagai contoh. Setelah itu, program ‘amaliyah dilanjutkan sampai dengan tanggal 16 Agustus 2003 dan diakhiri dengan penulisan kesan-kesan siswa kelas VI selama mengikuti program ini, 17 Agustus 2003 di BPPM.

3.       Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA)

Siswa akhir KMI Gontor 1, 3, dan 5 yang berjumlah 738 siswa telah mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) gelombang pertama pada 14 – 19 Mei 2002, bertepatan dengan masa liburan siswa kelas 1 – V, di pondok masing-masing. Sedangkan pelaksanaan EBTA gelombang kedua dipusatkan di kampus Gontor 1, diawali dengan ujian syafahi (lisan) 19 - 31 Agustus 2003; dan dilanjutkan dengan ujian tahriri (tulis) pada 3-17 September 2003, bertempat di Gedung Olah Raga (GOR).

 

PENINGKATAN KINERJA SELURUH BAGIAN KMI

Tahun ini, KMI berusaha mengintensifkan dinamika kegiatan dalam 7 bagian di dalamnya, yaitu: Bagian PBM, Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kurikulum, Bagian Pembinaan Karier Guru, Bagian Perpustakaan, Bagian Tata Usaha, dan Bagian Pemeliharaan Peralatan Sekolah. Upaya tersebut ditempuh dengan mengadakan pertemuan koordinasi antarseluruh bagian setiap sebulan sekali, sekaligus evaluasi jalannya program yang telah disepakati pada bulan sebelumnya. Selain itu, setiap bagian juga mempunyai waktu khusus untuk mengadakan pertemuan internal bagian pada tiap minggunya.

Alhamdulillah, dengan kegiatan tersebut, berbagai program KMI berjalan lebih baik dan lebih maksimal. Beberapa indikasi kemajuan tersebut adalah:

-         Kegiatan pemeriksaan I‘dad guru, naqdu al-tadris, dan pengawasan disiplin mengajar guru saat ini berjalan lebih efektif dibanding sebelumnya, karena tugas–tugas tersebut dijadwal secara sistematis dan dibagi pada setiap pekan;

-         Pengontrolan pencapaian batas-batas pelajaran lebih intensif, dengan melibatkan para ketua kelas. Setiap ketua kelas diwajibkan mengisi buku batas pelajaran yang telah diterimanya dan dikumpulkan setiap bulan untuk diperiksa oleh Bagian PBM;

-         Pengontrolan daftar hadir guru yang dilakukan seminggu sekali berjalan dengan baik;

-         Pemeriksaan koreksian guru pada buku para siswa dalam beberapa materi tertentu yang banyak aktivitas tamrin (‘latihan’)-nya, juga berjalan efektif.

PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN SILABUS KMI

Memperhatikan pesatnya perkembangan IPTEK serta keputusan Pimpinan Pondok dalam rapatnya 2 – 4 Agustus 2001 tentang revisi buku-buku palajaran, KMI, melalui Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kurikulum KMI yang beranggotakan 5 guru senantiasa berusaha menyesuaikan dan mengembangkan kurikulum KMI. Tahun ini, dibantu anggota tim materi dari para guru yang berkompeten di bidangnya, Bagian Litbang kurikulum telah menyelesaikan revisi beberapa buku pelajaran sbb:

NO

MATERI

KELAS

KETERANGAN

1

Grammar

5 dan 6

Menyusun buku baru dengan pembahasan di dalamnya yang lebih sistematis, disertai latihan-latihan pada setiap bab.

2

Tarikh Adab

5

Menyusun buku baru dengan mempermudah bahasa yang dipakai, memperjelas tulisan, dan menyusun ulang judul-judul yang ada sehingga lebih sistematis.

3

Psikologi Pendidikan

6

Menyusun buku baru dengan menggabungkan berbagai judul yang diambil dari buku Psikologi Umum dan Psikologi Pendidikan sesuai tipologi siswa KMI, dilengkapi beberapa latihan pada setiap bab.

4

Fiqh

2

Merevisi materi, bahasa, dan istilah sesuai perkembangan zaman, memperjelas tulisan, serta menyusun ulang judul-judul yang ada sehingga lebih sistematis.

Selai itu, saat ini ada beberapa buku-buku yang masih dalam tahap penyelesaian, yaitu:

  1. Muqoranatu al-Adyan          kelas 5
  2. Imla’                                     kelas 1 dan 2
  3. Tarikh Adab                         kelas 6
  4. Buku-buku umum                  kelas 1

KEMBALI KEAWAL
 | Berita Keluarga | Kader Pondok Modern | Tamu Pondok Modern | Aneka Ragam |

Copyright©Darussalam Press 2003

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur Indonesia

Phone: (0352) 311739

Webmaster Husain Yapono Email: husyap@yahoo.com