Make your own free website on Tripod.com

ANEKA RAGAM

Ibadah Haji dan Umrah

Keluarga Besar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang menunaikan ibadah haji pada musim haji tahun 2003 adalah Ustadz Syarif Abadi dan KH. DR. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA.

Ustadz Syarif Abadi berangkat haji atas undangan Rabithatu-l-‘Alam al-Islamy bersama 41 orang lainnya dari Indonesia. Selain beribadah di tanah suci Makkah, rombongan sempat mengunjungi beberapa tempat sejarah di Madinah. Sedangkan KH. DR. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA.  terpilih menjadi naib ‘amirul haj dari Indonesia bersama 5 orang lainnya. Beliau tergabung dalam rombongan haji Menteri Agama bersama beberapa orang utusan dari MUI, Tokoh-tokoh NU & Muhammadiyah, DPA, DPR, dan tokoh masyarakat. Tugas beliau di antaranya memantau pelaksanaan ibadah haji bagi jama’ah haji Indonesia, kontrol maktab dan kemah, serta memimpin do’a di Arafah. 

Pada liburan pertengahan, 14 santri Gontor, yaitu: Suherman Sarba, M. Zarkasyi, Nicky An-nur Fajri, Jufriadi, Irvan Imam Masofa, Nanang Subhi, Ari Syabandi, Rifi Romadhon, Mulyadi, Fajar, Nanang Subhan, M. Zahidul Alim, M. Arkom, Hendrik, berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh di bawah bimbingan H. Fairuz Subakir, M.A. Pada bulan Juli 2003, juga berangkat rombongan umrah yang terdiri dari KH. Imam Subakir Ahmad beserta ibu, H. Ismail beserta ibu, dan DR. H. Dihyatun Masqon beserta ibu. Selain beribadah umrah di tanah suci, rombongan juga berziarah ke Madinah dan berkunjung ke Malaysia untuk bertemu dengan keluarga DR. H. Hamid Fahmi Zarkasyi, M. Phil. Rombongan kembali ke tanah air setelah 3 hari berada di negeri Jiran.

Sidang Badan Wakaf ke-49 dan ke-50

Badan Wakaf sebagai Majelis Tertinggi di Pondok Modern, memegang amanat atas kelangsungan hidup Pondok ini ke depan. Maka Badan Wakaf mengadakan sidang dua kali setahun untuk menentukan langkah dan kebijaksanaan pondok selama setahun ke depan.

Pada tanggal 1 – 2 Maret 2003 / 27 – 28 Dzulhijjah 1424 Badan Wakaf mengadakan sidang ke-49 di Wisma Darussalam Pondok Modern Gontor. Hadir dalam sidang tersebut Drs. KH. Kafrawi Ridwan, M.A. (Ketua), KH. Muhammad Sholihin, Drs. KH. Imam Badri, KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Sutadji Tadjuddin, M.A., KH. Amal Fathullah Z, M.A., KH. Abdullah Sa'id Baharmus, Lc., Dr. KH.M. Hidayat Nur Wahid, KH. M. Masruh Ahmad, MA. MBA. 

Sedangkan Sidang Badan Wakaf ke-50 dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 Juli 2003 / 25 – 26 Jumadal Ula 1424 di tempat yang sama,dihadiri oleh seluruh pengurus. Setelah melaksanakan sidang, seluruh anggota Badan Wakaf, pada tanggal 27 Juli 2003 menghadiri acara Silaturrahim Nasional IKPM di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor. Setelah selesai acara (28 Juli 2003), rombongan Anggota Badan Wakaf meninjau lokasi pembangunan Balai Pertemuan di Pesantren Putri Mantingan Ngawi. Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Modern Gontor VI “Darul Qiyam” di Sawangan Magelang untuk menghadiri acara peresmian Masjid Al-Rahmah  yang berlokasi + 100 meter dari kampus pondok. Masjid tersebut diresmikan oleh Bapak Bupati Magelang pada hari Selasa 29 Juli 2003.

Peresmian Masjid di Sawangan Magelang

Masjid Al-Rahmah, Desa Mangunsari, Kec. Sawangan, Kab. Magelang, bantuan dari Yayasan Al-Rahmah Jakarta, selesai dibangun pada bulan Juli 2003. Peresmiannya dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2003, oleh Bupati Magelang. Hadir pula  dalam acara tersebut, para Anggota Badan Wakaf, Pimpinan Pondok, sejumlah guru Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), serta Pimpinan Yayasan Al-Rahmah, H. Abdullah Said Baharmus, Lc.

Sebagaimana dilaporkan oleh Ketua Panitia pembangunan Masjid H. Muhammad Abdullah Bajuri, Lc., yang juga Direktur KMI Pondok  Darul Qiyam, Magelang, pembangunan  masjid ini menelan biaya Rp 144.007.400,00. ( Rp 99.000.000, bantuan dari Yayasan Al-Rahmah, Rp. 12.297.700,00 hasil swadaya masyarakat, dan Rp 32.709.700,00 bantuan dari  Pondok). Masjid yang berjarak 100 meter dari pondok ini, sebagaimana disampaikan pimpinan yayasan Al-Rahmah H.Abdullah Said Baharmus, Lc., dalam sambutannya, akan dilengkapi dengan  seperangkat sound system, karpet, lampu kristal, dan mushaf al-Qur’an oleh yayasan Al-Rahmah.

Masjid yang dibangun di atas tanah wakaf dari Ibu Siti Rumiyati seluas 360 m2, dengan ukuran 12,5 m x 12,5 m ini, mempunyai luas keseluruhan 156,25 m2, dan dapat menampung + 100 orang jama‘ah.

Memang, sejak dibukanya cabang Gontor 6 di Desa Mangunsari Sawangan Magelang, salah satu masalah yang perlu  diselesaikan adalah masalah masjid. Karena selama ini masyarakat dan santri menggunakan  sebuah masjid berkapasitas + 60 orang, terletak di tengah kampus pondok. Maka dengan diresmikannya masjid baru ini masalah tersebut dapat diatasi.

Silaturrahim dan Dialog Bersama H. Z.A. Maulani

Pada hari Kamis (14-8-2003), Mantan Kepala Badan Koordinasi Intelejen Negara (KABAKIN) Indonesia, Z.A. Maulani bersilaturrahim dan berdialog bersama keluarga besar PMDG. Acara ini  berlangsung di Aula Wisma Darussalam PMDG, dihadiri oleh Pimpinan Pondok, Ketua-ketua Lembaga, dosen ISID, guru KMI, mahasiswa ISID, dan siswa kelas VI KMI. Turut hadir, Pimpinan Pondok Pesantren Husnayain Jakarta, KH. Khalil Ridwan, yang bertindak sebagai moderator dialog

. Acara dimulai pukul 20.00 WIB, dan berakhir tengah malam. Kesempatan yang berharga tersebut diisi ceramah dan tanya jawab seputar Gerakan Zionisme dan Kristenisasi di Indonesia, serta rencana global Amerika Serikat lengkap dengan sejumlah kebohongannya.

Sebagai mantan orang nomor satu di badan intelejen negara, Z.A. Maulani memaparkan secara luas dan mendalam tentang latar belakang dan tantangan ummat Islam dalam multi krisis yang tengah melanda bangsa Indonesia saat ini. Di antara yang disinggung oleh Maulani adalah keterlibatan Amerika dan Zionis dalam banyak kejadian di dunia dewasa ini. Misinya, menurut Maulani, adalah propaganda menghancurkan Islam, sebagaimana tesis yang selama ini dianut Barat bahwa pasca keruntuhan komunis, Islam adalah musuh terbesar dan abadi mereka. 

Alumni KMI dan ISID Melanjutkan Studi ke Luar Negeri

Alhamdulillah, pada tahun ini sebanyak 16 alumni KMI Gontor (putra dan putri) dapat lulus seleksi ujian calon mahasiswa beasiswa program S1 Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Mereka itu ialah: Toto Nurul Fata, Satibi Darwis, M. Taufan Hasani,  Mallingkai Ilyas, Mutawalli, Wahdi Hafidzi, Ahmad Musyaffa’, Muflih Adi Laksono, Imam Suryansyah, Fadzul Rahman, Alex M. Iqbal, Lalu Heri Afrizal, Nur Fuad Shofiyullah, Nunung Nur’aeni, Andi Satrianingsih, dan Siti Nihayatunnajah.

Selain itu, 11 orang alumni S1 ISID berangkat ke Pakistan untuk mengambil program S2 di International Islamic University (IIU), Islamabad, Pakistan. Mereka itu ialah; Muhammad Adib Fuadi (Brebes), Fadhly Ahmad Bachmid (Manado), Sa’dullah (Madura), Muhammad Zaki (Jambi), Andi Iswandi (Jakarta), Arif Supriyanto (Sragen), Adi Yulianto (Surabaya), Muhammad Sholeh (Tangerang), Abbas Shofwan Matlail Fajar (Kediri), Mohamad Naqip Pelu (Ambon), Nur Rohim (Palembang). Selain itu 5 orang alumni Pesantren Putri Gontor di Mantingan yang melanjutkan S1 di tempat yang sama, mereka itu ialah; Hayyinatul Choiriyah (Jember), Dwi Sulastyawati (Bengkulu), Siti Rosyidah (Kendal), Riyati binti Riaji (Gresik), Khadijah Maria Ulfa (Sumatera Utara).

Sementara itu, 2 orang alumni ISID dan seorang alumni KMI, juga diterima melanjutkan studi di India. Mereka itu ialah Imam Warmansyah (S2 Jurusan Bahasa Arab, Universitas Delhi), Khuwailid (S2 Fakultas Teologi, Universitas Islam Aligarh), dan Romi Adetio (S1, Universitas Islam Aligarh). Pada tahun ini terdapat 2 alumni Gontor yang mendapat beasiswa belajar di Universitas Islam Madinah, yaitu Muhammad Arifin dan Ahmad Daniel.

Rihlah Guru-guru PMDG

Dalam rangka liburan pertengahan tahun Kulliyatu–l–Mu‘allimin Al-Islamiyah (KMI), sejumlah guru senior kader Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) beserta keluarga mengadakan kegiatan terpadu, silaturrahim sekaligus wisata ke Jawa Barat pada tanggal 13-16 Mei 2003.

Rombongan yang seluruhnya berjumlah 36 orang ini, mengunjungi beberapa lembaga pendidikan dan obyek wisata di Sukabumi, Bandung, dan Garut, di antaranya : Pondok Pesantren Assalam, Al-Masturiyah, Salabintana, Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Al-Ihsan, Shopping Center (Bandung), dan Pemandian Air Panas Cipanas di Garut.

      Sementara itu guru-guru yunior juga mengadakan rihlah ke Bali. Rombongan terbagi menjadi 2 gelombang, masing-masing selama 5 hari. Gelombang pertama tanggal 11–16 Mei 2003 dengan peserta sejumlah 93 orang. Gelombang kedua, tanggal 16–22 Mei 2003. Rihlah guru-guru ini mengadakan acara silaturrahim ke Pondok Pesantren Darul Istiqomah Bondowoso, Pondok Pesantren Diponegoro Bali, MUI Denpasar, dan IKPM Cabang Bali. Selain bersilaturrahmi, kedua rombongan juga mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di Pulau Dewata seperti Pura Besakih, Danau Batur, Pantai Kuta, dan lain-lain.

Enam Siswa KMI Gontor ikuti Pelayaran Pelajar ke Inggris

Beberapa waktu lalu, PMDG mengirim 6 siswa KMI untuk mengikuti kegiatan Voyage Cross Religion dan Cross Cultural. Acara ini dibiayai sepenuhnya oleh Encopas Trust, organisasi amal di Inggris, yang bekerjasama dengan Sail Training Association dan Jubilee Sailing Trust. Siswa KMI yang dimaksud adalah M. Fauzi Arif (Bandung), M. Rizfi Syarif (Ponorogo), Bobby Zachari (Riau), Ali Wiyoto (Ponorogo), M. Nawwab Syarif (Ponorogo), dan Mujib Abdurrohman (Bojonegoro).

Pelayaran ini berlangsung selama 10 hari, mulai tanggal 23 Agustus s.d. 01 September 2003, dengan rute Waterford Irlandia menuju Portsmoth (Inggris Selatan). Selain siswa KMI Gontor, program ini juga diikuti oleh 3 utusan lain dari Indonesia, Inggris, dan Irlandia, yang semuanya berjumlah 45 orang. Selama dalam pelayaran, para peserta diajarkan beberapa materi dasar berlayar dengan kapal layar, manajemen kapal, dan beberapa lomba dan permainan untuk kebersamaan.

Rombongan berangkat dari pondok tanggal 14 Agustus 2003 menuju Jakarta untuk mengikuti training selama 5 hari. Selanjutnya, pada tanggal 19 Agustus 2003 rombongan dari Indonesia yang berjumlah 9 orang berangkat menuju Waterford Irlandia. Pada tanggal 5 September 2003 rombongan tiba di PMDG.

PMDG Terbitkan Majalah Gontor

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) terus mengintensifkan upaya dakwah islamiyah serta pengenalan visi, misi, jiwa, dan nilainya kepada segenap wali santri dan masyarakat. Di antara usaha ke arah tersebut, mulai bulan Mei 2003, PMDG menerbitkan majalah bulanan “Gontor”. Di samping itu, majalah Gontor  juga dimaksudkan sebagai upaya untuk memberikan informasi tentang beberapa kegiatan dan perkembangan pondok serta berbagai peristiwa nasional dan internasional. Bertindak selaku Dewan Penasehat majalah Gontor: KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, Prof. DR. Nurcholis Madjid, Prof. DR. Din Syamsuddin, DR. Satori Ismail, dan DR. Hidayat Nurwahid, sedangkan jabatan Pemimpin Umum dipercayakan kepada H. Ir. M. Ridha, MM, Pemimpin Perusahaan kepada Wahyu Muryadi dan Ahmadie Thaha sebagai Pemimpin Redaksi. Adapun proses penerbitan majalah ini dilaksanakan oleh PT. Gontor Media Jaya yang bertempat di Jl. Pasar Minggu Raya No. 13 Pancoran, Jakarta Selatan setelah melalui tahap penyeleksian rubrik oleh Pimpinan PMDG dibantu tim yang terdiri dari dosen ISID, yaitu: Drs. Nurhadi Ihsan, MA, H. Mulyono Jamal, MA., H. Imam Bahroni, MA. MLS, dan H. M. Abdillah Nur Ridha, Lc.

Sampai dengan bulan Oktober ini, majalah Gontor telah terbit sebanyak 6 edisi dengan oplah 14.000 eksemplar setiap edisi. Selain didistribusikan kepada seluruh wali santri Gontor Pusat, Cabang, dan mahasiswa ISID kampus Siman via pos, majalah ini juga diperuntukkan alumni PMDG, simpatisan pondok, dan masyarakat umum melalui beberapa IKPM Cabang dan distribrutor di sejumlah daerah di Indonesia.

Sesuai kesepakatan rapat Pimpinan Pondok bersama Dewan Penasehat dan tim redaktur, mulai edisi ke-7 bulan Nopember 2003, majalah Gontor akan mengalami repositioning dari bentuk semula sebagai majalah berita keluarga muslim menjadi majalah wacana pemikiran Islam.

Pelatihan Pers dan Jurnalistik

Peranan media massa sangat berpengaruh dalam memberikan informasi dan membentuk opini publik, dan ini tidak terlepas dari peran pers. Untuk itu Dewan Mahasiswa Institut Studi Islam Darussalam (Dema ISID) Gontor bekerjasama dengan bulletin Pusaka dan majalah Himmah, mengadakan Pelatihan Pers dan Jurnalistik untuk mahasiswa ISID. Acara yang berlangsung pada tanggal 10 – 11 April 2003 ini menghadirkan tutor dari Majalah Gontor di Jakarta, Ahmadie Thaha (Pimred) dan Wahyu Muryadi (PU).  Materi yang disampaikan meliputi penulisan berita, feature, keredaksian, dan teknik menulis judul.

Dari acara tersebut, kedua tutor mengharapkan follow up untuk mengadakan acara serupa di tahun-tahun mendatang. Selain itu, diharapkan ada kerjasama antara redaksi Majalah Gontor di Jakarta dengan pers mahasiswa ISID. Untuk merealisasikannya, telah dibuat tim usaha dan tim redaksi sebagai kontributor berita lokal Gontor.

KEMBALI KEAWAL

 | Berita Keluarga | Kader Pondok Modern | Tamu Pondok Modern | Aneka Ragam |

Copyright©Darussalam Press 2003

Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur Indonesia

Phone: (0352) 311739

Webmaster Husain Yapono Email: husyap@yahoo.com